RSS

RASA VS. LOGIKA ::: Tidak Bersamaan tapi (hanya) Berselingan, dan Saling Mengisi

05 Des

Seringkali cinta membuat orang jadi sedikit (maaf) “bodoh”….

Hmmm…Cinta,membicaraknnya tak lepas dari soal toleransi, penyesuaian, dan penerimaan. Tapi seringkali kalimat “menerima apa adanya” atau “cinta itu pengorbanan” membutakan kita terhadap hal-hal yang seharusnya memiliki batas toleransi yang tegas.

Saya setuju pada pendapat seorang teman bahwa “Ketika rasa (baca:cinta) telah berbicara, terkadang butuh logika agar tidak membuatnya buta” . Teori memang mudah, prakteknya?

Saya sendiri pernah mengalami rasanya bodoh karena cinta, meski menurut saya tidak terlalu bodoh, namun ttp saja sya merasa menjadi sdikit lebih bodoh dari biasanya. Cinta yang memanipulasi keadaan dan pemikiran, dan berakhir terpuruk karenanya(penyesalan). Dari situ Saya tahu, ternyata rasa dan logika tidak bisa berjalan seiring, karena kekuatannya sama besarnya.

Lha terus bagaimana?

Tapi justru itulah seninya bercinta, rasa dan logika memang tidak akan pernah bisa beriringan, namun rasa dan logika harusnya bisa berselingan, -tidak bersamaan- untuk saling mengisi dan melengkapi. Di saat terpuruk itulah Saya sadar, logika berperan dalam mengambil alih dan menyeimbangkan hati saya, memberikan pilihan-pilihan yang awalnya tidak terlihat, dan memberikan keberanian untuk keluar dari rasa yang buta.

Cinta, tak seharusnya membuat orang menjadi bodoh, tapi seharusnya membuat orang semakin pintar paling tidak lebih pintar. Karena cinta bukan melulu bicara soal “Saya” atau “Kamu”, tapi berbicara bagaimana “Kita” menghadapi keadaan dan waktu, setingkat lebih rumit.

Seorang Kawan, mengingatkan saya tentang lebih berharganya Mencintai Karena Tuhan (Karna Alloh). Bukan apa adanya, bukan semua untuk kamu, bukan mencintaimu lebih dari apa dan siapapun bahkan lebih dari diriku. Lalu apa definisi cinta pintar dan Karna Tuhan (baca:Alloh) ?

Dia (cinta) tak akan mengatakan “aku terima kau apa adanya”, tapi dia juga tak akan menuntutmu untuk begini dan begitu demi dirinya, dia hanya memintamu dan mengingatkanmu untuk memperbaiki, mensolehkan/mensolehahkan, memantaskan dirimu untuk memiliki cinta pasanganmu karna Alloh. Berati dengan begitu buahnya adalah pahala dan surga, tentu saja cinta.

Dia (cinta) tak akan menemanimu dan membersamaimu saat kamu menangis saat kamu terpuruk dan terluka, tapi dia juga tak meninggalkanmu. Dia ada disampingmu untuk menyemangatimu, menarikmu dari keterputusasaan dan kedukaan, menampar egomu agar tersadar bahwa hidup masih bertujuan dengan liku yang panjang, kadang berkelok tajam, kadang mendaki dan menurun tak tentu. Memang terkadang sakit tamparan dan hantaman cinta itu tapi dia (cinta) tak akan berhenti sampai kamu mau berdiri dan bangkit lagi. Dia ada disitu.

Dia (cinta) tak mau jika kau melakukan sesuatu yang tak disenanginya meskipun tujuan awalnya dia ingin membuatmu bahagia, tapi jika prosedurnya salah, cinta  ttp tdk bisa menerimanya. Dia tidak diam karena marah tapi dia akan mengingatkanmu, memperbaiki kesalahanmu (taubat) dan agar kamu lebih memilih cara yang halal dan benar meskipun lebih rumit. Karena “cinta karna Alloh” akan membimbingmu untuk mengapai keridhoan-Nya dan pastinya cinta itu juga.

Nah bagaimana, Cinta ini pintar kan…..

Dan lebih dari itu semua, mencintai atau dicintai, harusnya membuat kita menjadi seeorang yang lebih baik dan lebih bahagia, bukannya memenjarakan kita dari kehidupan yang ada (tidak boleh begini,jangan begitu,nanti dia cemburu,atau dia tak suka).

Maka dari itu, Cintailah dengan Bijak, Cintailah dengan Logika agar kamu tidak buta dan dibutakan. Cintailah Karna Alloh.

Namun lepas dari itu semua,,,, ketika rasa (cinta) itu tidak berhasil membuatnya bersinergi dengan Tuhannya (Alloh), maka lepaskan saja, biarkan logika berbicara…Karena rasa (cinta) harus berjalan di koridornya, dan logika harus menjaganya tetap di jalurnya.

 

*Pembaca yang budiman selalu meninggalkan jejak,silakan…….*

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 5, 2011 in Lobbi Ruang Berbagi

 

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: