RSS

APLIKASI PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BANGUNAN –Part 1–

05 Des

:: TATA RUANG, SIRKULASI, PENCAHAYAAN, TATA UDARA (PENGHAWAAN)

A. FAKTOR BANGUNAN YANG BAIK :

  1. FUNGSIONAL (ruang yang terbentuk dapat digunakan optimal, memenuhi syarat sehat, kenyamanan)
  2. STRUKTUR (kokoh dan pemakai ruang merasa aman)
  3. INDAH (Estetis)

B. Dasar-dasar Perencanaan yang Memenuhi Kaidah Fungsi :

  1. Memenuhi fungsi  bangunan (Gambaran kegiatan, dimana kegiatan tersebut membutuhkan tempat/ wadah/ruang untuk berlangsungnya kegiatan tersebut).
  2. Dapat menampung kegiatan
  3. Kebutuhan ruang untuk semua proses kegiatan terpenuhi (pengelompokan ruang, zoning, hubungan ruang, luas ruang dsb)
  4. Aksessibilitas – sirkulasi mudah, aman dan nyaman (horizontal, vertikal)

C. Pengaruh Fungsi :

  1. Fungsi dapat dikategorikan sebagai penentu bentuk atau panduan menuju bentuk.
  2. Fungsi menunjukkan ke arah mana bentuk harus ditentukan. (Yuswadi Saliya, Dosen Arsitektur ITB, 1999).
  3. Form follows function (Louis Sullivan)

D.  KAIDAH  PERENCANAAN TATA RUANG

  1. Bagian-bagian ruang/bangunan yang berhubungan atau daerah dengan fungsi  kegiatan yang berkaitan supaya didekatkan.
  2. Ruang-ruang yang sejenis selain terletak berdekatan, juga harus terletak berurutan menurut proses kegiatan yang terjadi, agar tidak terpurtus  oleh kegiatan lain yang berbeda.
  3. Arus perpindahan lancar dan langsung, bila mungkin tidak terputus atau terpotong jalan silang dan jarak menjadi  “pendek”.
  4. Masing-masing kegiatan ditempatkan dibagian bangunan yang memadai  (luas, volume, penerangan, pengaahawaan dsb).

E. SIRKULASI atau PENCAPAIAN

Suatu (daerah) yang menghubungkan antara suatu tempat / ruang ke tempat / ruang lain. Ada 2 (dua) macam :

  1. Sirkulasi horizontal : : koridor, selasar, jalan penghubung
  2. Sirkulasi vertical : tangga (umum/darurat), elevator (lift), escalator (tangga berjalan), Ramp

Sirkulsasi vertical berfungsi sebagai :

  • pusat pengendali antar lantai
  • pusat aksesibilitas antar ruang

Kriteria sirkulasi :

  • efisien pemakaian (“pendek”,  mudah, aman)
  • memperlihatkan keterarutan (adanya bimbingan)

Tangga Umum

  •  “Dekat” pintu utama
  • Mudah dicapai dari berbagai bagian (sudut) banguan.
  • Memenuhi persyaratan perhitungan tangga.
  • Memenuhi persyaratan kenyamanan, keamanan & ketahanan

Tangga Darurat

  • Mudah terlihat.
  • Mudah dicapai dari berbagai bagian (sudut) bangunan.
  • Terbuka (berhubungan dengan udara luar).
  • Memenuhi persyaratan perhitungan tangga umum.
  • Memenuhi persyaratan kemanan dan ketahanan.

Main entrance (Pintu Utama)

  • kesan menerima
  • terbuka
  • mudah di capai
  • mudah terlihat

F.  AKSESIBILITAS

Faktor Pertimbangan Aksessibilitas :

  1. Kemudahan / langsung  : mudah dicapai, belokan minimal, jarak se”pendek” mungkin
  1. Keamanan : Cross minimal, hindari bottle neck, lebar jalan masuk = jalan keluar / distribusi keadaan darurat (kebakaran, gempa dsb)
  1. Logis : adanya bimbingan, penjelasan, penegasan (dalam bahasa arsitektur) : belokan ; simpang 2, 3, 4 dsb, memberikan arah
  2. Cukup penerangan – penghawaan

Tata letak kolom dan aksesibilitas

  • Kemudahan dan kenyamanan pelaksanaan kegiatan
  • Efisiensi ruang
  • Kemudahan dalam perencanaan struktur utama
  • Efisiensi utilitas bangunan

G. RENCANA TATA RUANG

  • Pentaan Ruang : proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.
  • Rencana Tata Ruang : hasil perencanaan tata ruang
  • AZAS   : Pemanfaatan ruang bagi semua kepentingan secara terpadu, berdaya guna, dan berhasil guna, serasi, selaras, seimbang dan berkelanjutan

Tujuan Tata Ruang : adalah mencapai penataan ruang untuk :

  • mewujudkan keterpaduan  penggunaan ruang dengan memperhatikan proses kegiatan dan fungsi bangunan;
  • mewujudkan perlindungan fungsi ruang sehingga kegiatan yang diwadahi dalam berlangsung dengan baik dan lancar;
  • mewujudkan keseimbangan kepentingan kesejahteraan dan keamanan.

H. TATA UDARA

–  Pengalaman membuktikan: sebuah ruang yang dihuni banyak orang, dengan udara tidak diganti dengan yang segar, akan cepat menjadi sangat tidak nymanan, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

–  Tahun 1756 di penjara Calcutta disekap 146 pembrontak, esok harinya hanya 23 yang kedapan masih hidup

–  Ventilasi udara merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat diabaikan untuk kesehatan dan kenyamaan.

Kesehatan dan Kenyamanan

Syarat yang penting untuk kesehatan dan kenyamanan adalah mempertahankan keseimbangan panas (thermal) antara tubuh dengan lingkungan. Ini mencakup pemeliharaan perubahan suhu tubuh sekecil mungkin meskipun terjadi perubahan suhu yang besar pada lingkungan sekitarnya (luar).

keseimbangan panas, tergantung

  1. Faktor perorangan: aktifitas yang dilakukan dan pakaian yang dikenakan.
  2. Faktor-faktor lingkungan: radiasi matahari (pencahayaan), aliran udara (penghawaan), suhu dan kelembaban udara.
  3. Berat badan.

 I. PENCAHAYAAN

  • Penerangan alami (minimum 10 %), Faktor pengaruh
    1. ukuran dan posisi lubang cahaya;
    2. lebar teritis;
    3. faktor refleksi permukaan dalam dan luar bangunan; dan
    4. jarak antar bangunan.
  • Penerangan buatan, Kualitas pencahayaan yang dibutuhkan dalam ruangan ditentukan
    1. Kegiatan yang membutuhkan daya penglihatan mata;
    2. Lamanya waktu kegiatan yang membutuhkan daya penglihatan mata;
    3. Tingkat atau gradasi kekasaran dan kehalusanm jenis pekerjaan.

J.  TATA UDARA (PENGHAWAAN)

–   Penghawaan dalam bangunan diperoleh melalui ventilasi.

–   Ventilasi adalah pertukaran udara secara bebas dalam ruangan atau dapat pula diartikan sebagai lubang tempat udara dapat keluar masuk secara bebas

Fungsi ventilasi bangunan

  • Ventilasi untuk memenuhi kebutuhan kesehatan.
  • Ventilasi untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan thermis
  • Kebutuhan ventilasi untuk kesehatan dipengaruhi
  • volume ruangan per-penghuni,
  • umur penghuni
  • Kebutuhan udara segar untuk kesehatan adalah antara 17 sampai 26 m3 perjam perorang (R.M. Soegyanto, 1981 ; 246).
  • Patokan kasar lubang ventilasi untuk penghawaan minimal 5 % dari luas lantai.

Suhu dan kelembaban udara.

  • Ruang dinyatakan sehat dan nyaman, apabila suhu dan kelembaban udara ruangan sesuai dengan suhu tubuh manusia normal.
  • Suhu udara yang nikmat untuk tubuh manusia berkisar 70oF/21oC sedang kelembaban udara yang nikmat untuk tubuh manusia sekitar 40 – 70 % (Fisika Bangunan, Mangunwijaya  : 143)
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Desember 5, 2011 in Brankas Civil Drafting

 

Tag: , , , ,

One response to “APLIKASI PERENCANAAN DAN PERANCANGAN BANGUNAN –Part 1–

  1. ibnusawabi

    Desember 5, 2011 at 6:50 am

    jadi inget pa chund…
    he hehe

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: