RSS

PROSES PEMBUATAN DAN PENGENDALIAN MUTU BETON

05 Des

BAHAN-BAHAN PEMBUAT BETON

  • • Agregat halus menggunakan pasir alam
  • • Agregat kasar menggunakan batu pecah
  • • Semen menggunakan semen
  • • Air menggunakan air yang dapat diminum.
  • • Additives menggunakan Rheobuild 716.

Semen

Untuk semen tidak diadakan pemeriksaan lagi, karena semua ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah telah dipenuhi oleh pabrik. Oleh karena itu yang terpenting ialah pada waktu penyimpanan. Di tempat penyimpanan semen, semen disimpan dengan memakai alas yang terbuat dari papan,sehingga semen tidak berhubungan langsung dengan lantai.

Air

Air yang digunakan pada pembuatan beton ialah yang dapat diminum. Yang dimaksud disini adalah air yang tidak mengandung minyak, lumpur dan bahan-bahan kimia yangdapat merusak kekuatan beton. Sebelum digunakan air terlebih dahulu diperiksa dilaboratorium baru kemudian bisa digunakan.

 PENGENDALIAN PROPORSI CAMPURAN

Didapat hasil dari mix design K-400, denganuji kubus 15x15x15 cm, slump on site 14 cm– 16 cm. Maksimum agregat kasar ± 30 mm.

 PENCAMPURAN BETON

Sebelum pencampuran, bahan-bahan pembuat beton ditimbang sesuai dengan mixdesign. Kemudian bahan-bahan tersebutdimasukkan ke dalam mixer dengan urutan sebagai berikut :

1. Memasukan air kurang lebih 10 % air campuran.

2. Memasukan agregat kasar.

3. Memasukan agregat halus.

4. Memasukan semen.

5. Memasukan air sisa yang kurang lebih 10% air campuran, karena pada waktu memasukan bahan-bahan kering air dimasukkan sedikit demi sedikit.

6. Bahan additive dimasukkan di lokasi pembangunan.

PENGANGKUTAN BETON

Pengangkutan dikerjakan dengan menggunakan truk mixer dan selama dalam perjalanan mixer diputar dengan RPM 400.Lama perjalanan dari pabrik ke lokasi pembangunan kurang lebih 20 menit sedangkan adukan beton harus dicor dalamwaktu 1 jam setelah pengadukan dengan airdimulai, jadi untuk lamanya pengangkutan memenuhi ketentuan dari PBI’71. Untukmenghindari panas yang tinggi dan penguapan maka pengangkutan dilaksanakan pada malam hari.

 PENGADUKAN BETON

Pengadukan dikerjakan dengan memakai mixer dan lamanya pengadukan tergantung dari kapasitas mixer. Setelah selesai pengadukan, adukan beton memperlihatkan susunan dan warna yang merata dan pekerjaan ini diawasi oleh seorang ahli.

 PENAMBAHAN ADDITIVE

Additive yang digunakan adalah Rheobuild716 dan penambahan additive dikerjakan dilokasi. Banyaknya additive sesuai dengan mixdesign yaitu 2.3 l/ . Setelah additivedimasukkan, mixer diputar kembali dengan RPM 2300 selama kurang lebih 1.5 meni tkarena syarat pengadukan menurut PBI’71 paling sedikit 1.5 menit.

 PENGUJIAN BETON

Pengujian Slump

Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan beton, pada adukan beton dilakukan terlebih dahulu pengujian slump. Ini dilakukan untuk menjamin agar nilai air-semen tetap sesuai rencana. Nilai slump yang diambil adalah 14cm – 16 cm. Setelah diukur dan nilai slump memenuhi untuk kemudian dibuat benda uji kubus beton.

 Control Chart Untuk Slump Test

Upper Control Limit = 160 mm

Lower Control Limit = 140 mm

Target Value = (160 + 140) : 2 = 150 mm

Upper Warning Limit = 160 – ( 160 x 5 %) = 152 mm

Lower Warning Limit = 140 + (140 x 5 %) =147 mmm3

 Pembuatan Dan Pemeriksaan Benda Uji

Pada pembangunan rumah susun ini dibuat benda uji dengan ukuran kubus 15x15x15 cm. Benda uji kubus beton ini dibuat untuk umur14 jam, untuk umur 4 hari, untuk umur 7 hari,dan umur beton 28 hari. Di sini diambi sampel benda uji untuk umur 14 jam, karena cetakan direncanakan akan dibuka bila sudah mencapai waktu 14 jam. Ini dikarenakan pihak pelaksana menggunakan cetakan kubusdi mana cetakan harus dibongkar dalamwaktu 14 jam.Untuk mendapatkan mutu beton yang baik,pihak pelaksana merubah Tbk Ijin untuk umur beton 14 jam dari 13.330% menjadi25%. Dan untuk mendapatkan kekuatan 25%dari K-400 ini ditambahkan additives Rhebuild 716.Selain dari itu additives ini juga berfungsi untuk memudahkan pekerjaan. Analisa karakteristik beton periode pengecoran bulanJanuari 1996.

 Pembahasan Pekerjaan Beton Seluruhnya

Control charts menunjukkan bahwa strategi penetapan mutu yang sudah ada, apakah menggunakan mutu yang lebih tinggi atau lebih rendah. Control charts hasil pengujian beton dari Proyek Bangunan Rumah Susun menunjukkan bahwa sebagian besar hasil pengujian beton untuk kekuatan tekan beradadi atas Lower Control Limit.Pada pengujian Slump terlihat secara visual nilai Slump lebih besar, tapi pada pengujian kuat tekan menunjukkan sebagian besar hasil pengujian beton berada di atas Lower ControlLimit, jadi untuk hasil pengujian ini bahwa pengecoran masih bisa diteruskan, tapi untuk pekerjaan selanjutnya harus ada perbaikan.

 Perbaikan yang harus dilakukan:

Untuk pembetonan berikutnya dilihat daricontrol chart Slump test di mana hasil uji yang didapat berada di atas Upper ControlLimit, dan dilihat pada Control Chart kuattekan hasil uji yang didapat cenderung berada di bawah Target Value, jadi kelihatan sekali bahwa campuran beton ini kelebihan air. Maka pada proporsi campuran beton berikutnya harus diubah dengan mengambi lwater/cement ratio yang lebih kecil dari sebelumnya.

PENGECORAN

Pengecoran ini dilaksanakan pada malam hari. Karena kalau pada siang hari suhu cukuptinggi dan dikhawatirkan terjadi keretakan akibat dari penguapan dan pengerasan yang terlalu cepat.

Dari truk mixer spesi beton dituangkandahulu dalam bucked untuk selanjutnyadiangkat dengan menggunakan crane ke tempat yang akan dicor. Pada waktup enuangan beton ini diusahakan sedekat mungkin dengan tempat yang akan dicor untuk menghindari tinggi jatuh yang terlalujauh yang akan menyebabkan segregasi spesi beton. Ini disebabkan karena bahan-bahan yang terberat dan terbesar akan jatuh kebawah lebih dahulu, selanjutnya kerikil dan kemudian pasir dan akhirnya pasta semen yang akan jatuh dalam cetakan. Pencampuran sebelumnya yang baik akan terpengaruh dan kualitas beton akan berkurang bahkan buruk sekali.

PEMADATAN

Untuk menghilangkan udara yang terdapat antara dinding dan spesi beton juga di dalam campuran beton itu sendiri dilakukan pemadatan. Karena kalau tidak dilakukan maka udara akan membentuk ruang kosong dalam beton. Ruang kosong itu sangat merugikan bagi kualitas beton, selain kekuatannya berkurang hasil cornya akan buruk dan berongga.Metode pemadatan yang dilakukan adalah dengan tangan dan jarum penggetar. Metode pemadatan dengan tangan yaitu dengan cara menusuk-nusuk dengan sepotong kayu atau batang lain. Sedangkan metoda dengan jarum getar yaitu pemadatan dengan menggunakan alat mekanis yang disebut jarum penggetar atau vibrator. Para pekerja yang melakukan pekerjaan ini dibekali cara-cara praktis untuk mengetahui cukup tidaknya pemadatan. Pengambilan keputusan apakah telah atau belum cukup pemadatan yang dilakukan ialah dengan menggunakan indera penglihatan dan pendengaran. Untuk indera penglihatan dapat dilihat keluarnya gelembung-gelembung udara yang besar kemudian disertai gelembung-gelembung yang kecil. Juga dapat dilihat pada permukaan beton akan mulai bersinar akibat cukupnya air akibat bleeding. Pada indera pendengaran digunakan untuk

memeriksa frekuensi dari alat penggetar. Alat penggetar yang berada di luar beton akan mengeluarkan suara yang nyaring berfrekuensi tinggi, tetapi begitu dimasukkan dalam campuran beton maka suaranya menjadi rendah dan frekuensinya rendah pula,kemudian lambat laun suaranya akan meninggi dan mencapai frekuensi yang konstan, bila hal ini terjadi maka pemadatan sudah cukup.

PERAWATAN BETON

Untuk menjaga supaya permukaan beton tidak retak maka sewaktu beton mengeras perlu perawatan. Tindakan ini diambil setelah penuangan, agar mendapat situasi pengerasan yang optimal sehingga menghasilkan mutu beton yang sesuai dengan yang diharapkan.Fungsi utama dari perawatan ini adalah :

1. Menghindarkan kehilangan zat cair yang banyak ketika pengerasan beton pada jam jamawal.

2. Menghindarkan kebanyakan penguapan air dari beton pada pengerasan beton pada suhu yang tinggi.

3. Menghindarkan perbedaan temperature dalam beton yang mengakibatkan rengat rengat atau retakan pada beton.Tindakan-tindakan yang diambil oleh pelaksana untuk menanggulangi kehilangan zat cair (air) persis setelah penuangan adalah dengan menyemprot/memerciki dengan air pada permukaan beton atau bila suhu sangat tinggi ditutupi dengan goni basah.

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Desember 5, 2011 in Brankas Civil Enginering

 

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: